![]() |
| Dokumentasi Instagram disdikbud.balikpapan |
KKG PAI Balikpapan │ Balikpapan - Kegiatan Pesantren Ramadan bagi siswa Sekolah Dasar se-Kota Balikpapan sukses diselenggarakan pada tanggal 3–4 Maret 2026 di Embarkasi Haji Balikpapan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa-siswi dari berbagai SD di Kota Balikpapan sebagai upaya meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus pembinaan karakter spiritual selama bulan suci Ramadan.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Aznur Panca Saputra, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan ini diikuti oleh 333 siswa-siswi se-Kota Balikpapan, bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk memperdalam nilai-nilai keislaman, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an dan akhlak terpuji,” ujarnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kisah inspiratif tentang seseorang yang sering didatangi oleh dua orang yang berbeda: seorang yang sedang sakit dan seorang yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. Setiap orang yang datang kepadanya selalu membawa keluhan, dan orang tersebut selalu berusaha memberikan solusi terbaik.
![]() |
| Dokumentasi Instagram disdikbud.balikpapan |
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang ingin membantu masyarakat akhirnya memilih terjun ke dalam kepemimpinan, termasuk dalam pemilihan kepala daerah, agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui kebijakan. Menurutnya, kebaikan tidak selalu harus diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga bisa diwujudkan melalui kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Beliau mencontohkan kepemimpinan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, yang memiliki komitmen menghadirkan kebijakan untuk membantu masyarakat, di antaranya program kesehatan gratis dan pendidikan gratis.
Lebih lanjut, Kadisdik menegaskan bahwa ketika resmi mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, beliau mendapat atensi dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud tentang tujuan utama pendidikan, yaitu mencerdaskan anak secara intelektual dan juga secara spiritual. Perlahan Kadisdik mewujudkan tujuan tersebut melalui program digitalisasi sekolah dan program keagamaan di sekolah. Ia juga mengingatkan bahwa mendidik anak bukan hanya tugas guru di sekolah, tetapi juga merupakan tanggung jawab orang tua di rumah.
“Anak-anak berada sekitar delapan jam bersama guru di sekolah, sementara waktu mereka lebih banyak di rumah. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mengawasi mereka,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan rencana akan dilaksanakan wisuda tahfidz bagi siswa yang telah mencapai target hafalan. Program tersebut akan diikuti kurang lebih 1000 siswa/i SD se-Kota Balikpapan. Hal ini tentu atas dukungan dan kerjasama dari Kasi PAI Kementrian Agama Kota Balikpapan, Sartono, sebagai pengagas wisuda tahfidz bagi siswa/i SD se-Kota Balikpapan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi siswa, tetapi juga motivasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
![]() |
| Dokumentasi Instagram disdikbud.balikpapan |
Kadisdik juga memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir. Menurutnya, siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini merupakan anak-anak pilihan yang hebat dan diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan sekitar.
“Adik-adik yang hadir di sini adalah anak-anak yang terpilih. Jadilah contoh yang baik bagi teman-teman kalian,” pesannya.
![]() |
| Dokumentasi Instagram disdikbud.balikpapan |
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan seperti kajian Islam, pembinaan akhlak, tadarus Al-Qur’an, serta penguatan hafalan Al-Qur’an. Diharapkan melalui kegiatan ini lahir generasi muda Balikpapan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kecintaan yang kuat terhadap nilai-nilai Islam.
Editor : Runza




