KKG PAI Balikpapan | Balikpapan - Seminar Rancangan Program Transformasi Sekolah diselenggarakan pada Rabu, (29/07/2026), di SD Negeri 030 Balikpapan Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang telah berlangsung pada 19–28 Juli 2026 di Asrama Haji Balikpapan. Seminar menghadirkan Awaluddin Hidayatulloh sebagai peserta BCKS sekaligus pemateri utama yang memaparkan rancangan proyek transformasi sekolah. Kegiatan dibuka oleh Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan serta dihadiri berbagai unsur pendidikan di Balikpapan Tengah. Melalui seminar ini diharapkan lahir berbagai masukan yang mampu menyempurnakan rancangan program sebelum diterapkan di sekolah.
Pelaksanaan seminar diawali dengan sambutan dari Pengawas
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang mengapresiasi semangat
peserta dalam mengikuti tahapan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah. Hadir
dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI Balikpapan Tengah, Ketua KKG Provinsi
Kalimantan Timur, Ketua KKG PAI Balikpapan Tengah, serta Guru Pendidikan Agama
Islam se-Kecamatan Balikpapan Tengah. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan
pendidikan menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas kepemimpinan
sekolah. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias
sejak awal hingga akhir acara. Suasana seminar berlangsung kondusif sehingga
diskusi dapat berjalan secara aktif dan produktif.
Dalam paparannya, Awaluddin Hidayatulloh menjelaskan bahwa rancangan proyek transformasi sekolah disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan sekolah selama mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah. Materi yang disampaikan meliputi penguatan kepemimpinan pembelajaran, peningkatan budaya mutu sekolah, pengembangan kolaborasi dengan warga sekolah, serta strategi peningkatan kualitas layanan pendidikan. Peserta seminar juga diajak memberikan tanggapan dan masukan terhadap rancangan program yang dipresentasikan. Berbagai saran yang disampaikan menjadi bahan penyempurnaan sebelum program diimplementasikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana berbagi praktik baik antarsesama pendidik.
"Rancangan Program Transformasi Sekolah hendaknya
tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan, tetapi mampu diwujudkan menjadi aksi
nyata yang memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di
sekolah. Seorang calon kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran
yang visioner, inovatif, dan kolaboratif sehingga mampu menghadirkan perubahan
yang berkelanjutan." Ujar Pengawas dalam Sambutannya.
Seminar ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk
diseminasi hasil pelatihan yang wajib dilakukan oleh setiap peserta Bakal Calon
Kepala Sekolah. Selain memenuhi tugas pelatihan, kegiatan ini bertujuan
memperoleh masukan dari para pengawas, organisasi profesi, dan guru agar
program yang disusun semakin relevan dengan kebutuhan sekolah. Diskusi yang
berlangsung memperlihatkan tingginya kepedulian peserta terhadap upaya
peningkatan mutu pendidikan di Kota Balikpapan. Berbagai ide dan pengalaman
yang dibagikan selama seminar memperkaya rancangan transformasi yang telah
disusun. Hal tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan sekolah yang
adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai agenda yang telah direncanakan panitia. Seluruh rangkaian acara mulai dari pembukaan, pemaparan materi, sesi diskusi, hingga penutupan dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, masukan, dan apresiasi terhadap materi yang dipresentasikan. Seminar kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua KKG Balikpapan Tengah sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan. Diharapkan hasil seminar ini mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai Rancangan Program Transformasi Sekolah sekaligus menjadi inspirasi bagi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.
"Melalui seminar ini saya berharap Rancangan Program
Transformasi Sekolah memperoleh berbagai masukan yang konstruktif sehingga
dapat diimplementasikan secara optimal. Transformasi sekolah tidak dapat
dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah dan
para pemangku kepentingan agar perubahan yang diharapkan benar-benar memberikan
manfaat bagi peserta didik." Ucap Awaludin.
Kegiatan Seminar Rancangan Program Transformasi Sekolah
menjadi bukti nyata bahwa proses pengembangan kompetensi calon kepala sekolah
tidak berhenti pada pelatihan di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui
diseminasi kepada masyarakat pendidikan. Kolaborasi antara pengawas, organisasi
profesi, guru, dan peserta BCKS menjadi kekuatan utama dalam menyempurnakan
setiap rancangan program yang disusun. Masukan yang diberikan selama seminar
diharapkan dapat memperkuat implementasi program transformasi sekolah di masa
mendatang. Semangat berbagi praktik baik dan membangun budaya kolaboratif
menjadi nilai penting yang tercermin sepanjang kegiatan berlangsung. Dengan
demikian, diharapkan lahir calon kepala sekolah yang mampu menjadi agen
perubahan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inovatif, dan
berkelanjutan.
Jurnalis : Ahmad Indra Sanjaya
Editor : Runza
.jpeg)
.jpeg)

