KKG PAI Balikpapan │Balikpapan – Bukan sekadar memperingati kelahiran Rasulullah SAW, para guru muslim dan kepala sekolah SD se-Kecamatan Balikpapan Tengah diajak menjadikan majelis ilmu sebagai “taman-taman surga” dalam kehidupan. Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jamiyatul Mustaqim, Balikpapan, pada Sabtu, (5/9/2026), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan yang diikuti oleh guru muslim dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD se-Kecamatan Balikpapan Tengah ini menghadirkan Ust. Deris Arista Saputra, B.A., M.A. sebagai penceramah. Melalui kajian yang disampaikan, para peserta diajak memperkuat iman, memperdalam ilmu agama, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran pendidik dalam memberikan keteladanan kepada peserta didik.
Dalam tausiyahnya, Ust. Deris Arista Saputra, B.A., M.A. menjelaskan bahwa majelis ilmu dan dzikir memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang anjuran untuk singgah ketika melewati taman-taman surga, yang dimaknai sebagai majelis-majelis dzikir dan ilmu. Menurutnya, dzikir tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas mengingat Allah SWT, tetapi juga mencakup aktivitas menuntut ilmu dan bertanya kepada orang yang memiliki pengetahuan. Pesan tersebut sejalan dengan kandungan Surah Al-Anbiya ayat 7 yang mengajarkan agar seseorang bertanya kepada ahli ilmu ketika tidak mengetahui. Para guru dan kepala sekolah pun diajak untuk terus menjadikan ilmu sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas keimanan sekaligus pengabdian.
“Majelis ilmu dan dzikir hendaknya jangan hanya kita datangi ketika ada kegiatan tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ada taman-taman surga yang dapat kita temui di dunia, salah satunya adalah majelis yang di dalamnya manusia mengingat Allah dan mempelajari ilmu. Sebagai guru, kita tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan contoh dalam kehidupan. Karena itu, mari kita jadikan ilmu yang kita peroleh sebagai bekal untuk memperbaiki diri, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” ujar Ust. Deris.
Kajian kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai nikmat iman dan perjalanan kehidupan manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Para peserta diajak memahami bahwa iman mengajarkan manusia untuk meyakini perkara-perkara gaib, termasuk pahala, dosa, serta kehidupan akhirat yang tidak dapat dilihat dengan mata. Ust. Deris juga menjelaskan beberapa fase kehidupan manusia, mulai dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, hingga alam kubur sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan akhirat. Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia memiliki batas waktu sehingga harus dimanfaatkan untuk beribadah, beramal saleh, dan memberikan manfaat kepada sesama. Bagi para pendidik, pesan tersebut menjadi refleksi agar amanah mendidik generasi penerus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kesadaran akan nilai-nilai keimanan.
“Maulid Nabi Muhammad SAW jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk semakin mencintai dan meneladani Rasulullah SAW. Kecintaan itu harus terlihat dalam akidah, syariah, dan akhlak kita, termasuk dalam cara kita berbicara, beribadah, serta memperlakukan orang lain. Sebagai pendidik, keteladanan merupakan bagian penting karena peserta didik akan melihat dan mencontoh perilaku gurunya. Mari kita menjaga lisan dari ghibah dan perkataan buruk, memperbanyak senyum, membiasakan bersyukur, serta berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para guru dan kepala sekolah dapat menjadi pribadi yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan bagi generasi penerus,” ungkap Ust. Deris.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh kebersamaan hingga selesai. Para guru muslim dan K3S SD se-Kecamatan Balikpapan Tengah tampak mengikuti tausiyah dengan penuh perhatian serta antusias dalam menyimak pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran para pendidik terhadap pentingnya penguatan iman dan akhlak dalam menjalankan tugas. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat serta membawa keberkahan bagi para peserta dan lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan semakin tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Penulis : Muhammad Rian
Editor : Runza


