KKG PAI Balikpapan | Balikpapan — Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari tangan-tangan kecil yang bergerak, sampah plastik yang semula dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Semangat itulah yang diwujudkan anggota Pramuka Penggalang Gugus Depan Balikpapan 06-037/06-038 yang berpangkalan di SDN 006 Balikpapan Kota melalui kegiatan pembuatan ecobrick, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Pramuka Penggalang dengan didampingi Kak Suriani dan Kak Rezky. Pembuatan ecobrick menjadi bagian dari aktivitas kepramukaan sekaligus ikhtiar nyata dalam mendukung budaya peduli lingkungan yang terus dikembangkan di SDN 006 Balikpapan Kota sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah plastik, tetapi juga diajak mengalami secara langsung proses sederhana mengubah sampah menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali. Pembelajaran lingkungan pun tidak berhenti pada teori, melainkan hadir melalui praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejak tahap persiapan, anggota Pramuka Penggalang terlibat aktif dalam setiap proses pembuatan ecobrick. Sampah plastik yang telah dikumpulkan terlebih dahulu dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Potongan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik yang telah disiapkan dan dipadatkan secara bertahap hingga botol menjadi padat, kuat, dan kokoh.
Dengan pendampingan Kak Suriani dan Kak Rezky, seluruh proses berlangsung secara tertib. Para peserta belajar memperhatikan kebersihan, ketelitian, serta keselamatan selama mengolah sampah plastik.
“Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar membuat ecobrick, tetapi juga belajar bahwa sampah plastik dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan cara yang sederhana. Kami berharap kebiasaan peduli lingkungan ini dapat mereka terapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kak Suriani.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang konkret bagi anggota Pramuka. Mereka belajar mengenali, memilah, dan memanfaatkan kembali sampah plastik melalui aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. Proses sederhana tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menumbuhkan sejumlah karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, kreativitas, dan semangat gotong royong.
Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan mereka dalam setiap tahapan kegiatan. Tangan-tangan yang sebelumnya mungkin hanya mengenal sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, kini diajak melihatnya dari sudut pandang berbeda: bahwa sampah, apabila dikelola dengan tepat, dapat memiliki nilai guna.
Bagi Gerakan Pramuka, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari pembelajaran yang menghubungkan keterampilan kepramukaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Para anggota Pramuka Penggalang tidak hanya dibentuk menjadi pribadi yang mandiri dan terampil, tetapi juga diharapkan memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.
Kegiatan pembuatan ecobrick sekaligus memperkuat komitmen SDN 006 Balikpapan Kota dalam membangun budaya sekolah yang berwawasan lingkungan. Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, termasuk peserta didik melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.
Lebih dari sekadar membuat ecobrick, kegiatan ini menanamkan sebuah pesan sederhana: menjaga lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri, dari kebiasaan kecil, dan dari sampah yang ada di sekitar kita. Ke depan, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian anggota Pramuka Penggalang, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, kepedulian terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi budaya bersama.
Jurnalis: Putra
Editor: Runza




