Selamat Datang di Blog KKG PAI Balikpapan, Silahkan dibaca dan dipelajari untuk adik-adik yang saat ini belajar di rumah

Kisah Nabi Idris a.s


Kisah Nabi Idris a.s 



Nabi Idris a.s. adalah salah seorang rasul  keturunan nabi Adam yang pertama kali diberikan  hak kenabian oleh Allah setelah Adam sendiri. 

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Shiyth bin Adam a.s. Menurut  kitab tafsir, beliau hidup 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat.

Kisah Nabi Idris diceritakan dalam Al- Qur'an dalam surah Maryam ayat 56-57 dan surah al-Anbiya' ayat 85-86.

A. Kisah Nabi Idris Anak Pandai

Nabi Idris dikaruniai Allah Swt beberapa kepandaian yaitu:

1. Menguasai ilmu hitung

2. Ilmu perbintangan

3. Ilmu menunggang kuda

4. Ilmu astronomi

5. Ilmu menjahit pakaian

6. Ilmu menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan.

Selain itu, Idris juga sangat tekun. Ia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan tempat. Sejak kecil, Idris telah pandai membaca Sahifah (lembaran tertulis) yang diajarkan oleh Nabi Syits putra Nabi Adam

B. Nabi Idris diutus oleh Allah Swt

Nabi Idris diutus oleh Allah Swt. untuk mengingatkan umat  keturunan Kabil yang telah bersikap durhaka. Di kalangan bangsa Ibrani, ia dikenal dengan nama Khunuh. Idris berdakwah kepada kaumnya dengan gigih, sehingga mendapat sebutan Asad al-usud, yang berarti " singanya singa"

Idris menerima wahyu dari Allah Swt. melalui malaikat Jibril sebanyak 30S

Sahifah sumber (Q.19:56). Isinya adalah ajaran agama yang harus disampaikan Idris kepada umatnya sebagai pendoman hidup bagi pengikutnya supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat.

Karena sebagian umatnya kufur, Idris mengajak pengikutnya yang beriman meninggalkan negeri  mereka. Awalnya mereka keberatan karena khawatir negeri  baru yang akan mereka tempati tersebut tidak sesubur negeri mereka. Namun  Idris sabar dapat meyakinkan umatnya yang beriman tersebut sehingga mereka mengikuti Idris hijrah ke Mesir. Dengan  kegigihan, kesabaran dan kepandaiannya Nabi Idris membimbing umatnya supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat

C. Kisah Nabi Idris a.s dan Malaikat Izrail

Malaikat Izrail sangat mengagumi kepandaian Idris. Nabi Idris a.s adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan puasa, shalat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam,selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik  perhatian Malaikat Maut Izrail ingin mengenal Idris lebih dekat.

Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

Dengan  menyamar sebagai manusia, ia bertamu ke rumah Idris. Setelah berkenalan, Idris mempersilahkan tamunya menginap di rumahnya. Mereka lalu berdua beribadah dengan tekun. Segala hidangan diberikan  namun tamu nabi idris ini menolak menikmatinya.

•  Keesokan harinya, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum  dan menggiurkan.

•   Malaikat Izrail: “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita” (menguji Nabi Idris a.s).

•   Nabi Idris :“SubhanAllah, (Maha Suci Allah)”.

•   Malaikat Izrail: “Kenapa?”.

  Nabi Idris : “Buah-buahan ini bukan milik kita”. ” Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu  yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan pikir Nabi Idris a.s.

•   Nabi Idris: ” Siapakah engkau sebenarnya?

•  Malaikat Izrail: “Aku Malaikat Izrail”. Senyum  Malaikat Izrail penuh hormat.

 Nabi Idris: “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?” Nabi Idris a.s terkejut, hampir  tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

•  Malaikat Izrail: “Tidak” “Atas izin Allah, aku sekedar bertemu kepadamu”. Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama  kemudian beliau hanya  terdiam.

D. Kisah Nabi Idris Wafat

•    Nabi Idris :“Aku punya keinginan kepadamu”.

    Malaikat Izrail: “Apa itu? Katakanlah!”.

 Nabi Idris: “Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar  bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”.

  Malaikat Izrail: “Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya”. Dan pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat  Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan  izin Allah Malaikat  Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s sesudah itu beliau wafat. Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s hidup kembali.

•    Malaikat Izrail : Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku? ”

•   Nabi Idris :“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang dikuliti”.

•    Malaikat Izrail.“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”.

Masya Allah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut  itu, datang kepada kita yang tidak dicabut dengan lemah  lembut? Siapkah kita untuk menghadapinya?

E. Kisah Pergi ke Neraka dan Surga

  Nabi Idris : “Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengan engkau yaitu saya ingin melihat Neraka Jahanam sehingga saya boleh beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah melihat belenggu, rantai-rantai dan kalajengking yang menyengat orang-orang yang ada di Neraka  Jahanam.”

  Malaikat Izrail: “Bagaimana saya boleh pergi ke Neraka Jahanam tanpa izin Allah”. Maka Allah memberi wahyu kepada Malaikat Maut dengan firman: “Pergilah engkau ke Neraka  Jahanam bersama-sama Nabi Idris a.s”. Malaikat Maut pun pergi ke Neraka  Jahanam bersama-sama Nabi Idris kemudian Idris melihat segala macam siksaan yang diciptakan Allah untuk musuh-musuh-Nya yang berupa belenggu, ratai-rantai daripada neraka dan kala jengking serta ular dengan api-api yang menyala dan kayu zakum dan air yang sangat panas untuk diminum oleh ahli neraka tersebut

•  Nabi Idris: “Hai Malaikat  Maut, saya ada keinginan lagi dengamu yaitu saya ingin melihat surga sehingga saya boleh tambah meningkatkan amal ibadah,”

 Malaikat  Izrail: “Bagaimana boleh saya bersamamu ke dalam surga tanpa izin Allah.”  Maka Allah memberi izin pada Malaikat  Maut untuk pergi berdua dan berhenti dekat pintu surga.Maka Nabi Idris melihat di dalamnya nampak bermacam-macam nikmat dan istana besar lagi indah dan beberapa anugerah yang berharga, juga tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang beraneka warna dan rasanya berbeda-beda.

 Nabi Idris: “Hai saudaraku, saya telah merasakan sakitnya sakaratul maut, saya telah melihat Neraka Jahanam yang didalamnya bermacam-macam rupa siksaan dan azab neraka maka mohonlah engkau kepada Allah agar Allah mengizinkan saya untuk masuk surga dan minum airnya agar hilang rasa sakitnya sakaratulmaut di tenggkorakku ini dan juga terhindar daripada siksaan Neraka  Jahanam. Maka Malaikat Izrail minta izin kepada Allah lalu mengizinkannya, kemudian masuklah meraka berdua ke alam surga lalu keluar.  Kemudian  Nabi Idris masuk lagi ke dalam surga dan meletakkan seliparnya di bawah pokok kayu di dalam surga.

   Nabi Idris : “Hai Malaikat Maut, selipar saya tertinggal didalam surga di bawah pohon kayu, maka kembalikanlah saya kedalam surga,”  maka  Nabi Idris masuk kesurga dan tidak mahu keluar lagi untuk seterusnya. Maka berteriaklah Malaikat  Izrail memanggil Nabi Idris agar keluar dari surga.

•    Malaikat  Izrail:  “Hai Idris, keluarlah engaku dari surga.” Maka Nabi Idris pun tidak mau keluar.

F. Nabi Idris Masuk Suga Selama-lamanya

   Nabi Idris menyampaikan firman Allah SWT kepada Malaikat Izrail bahwa Allah telah berfirman “Tiap-tiap orang mesti merasakan sakaratul maut”, sedang saya sudah merasakan sakaratulmaut. Dan Allah SWT berfirman lagi : “Tidak ada diantara kamu sekelian kecuali mereka itu memasuki (neraka/surga) sedang aku pernah memasuki neraka dan Allah pun juga berfirman lagi maksudnya: “Dan tidaklah mereka itu dikeluarkannya”, saya telah masuk surga maka  tidak akan dikeluarkan lagi……

   Lalu Allah Berfirman “Tinggalkanlah dia (Nabi Idris) sesungguhnya Aku telah memutuskan dia di zaman azali dahulu bahwa sesungguhnya dia (Nabi Idris) tergolong ahli dan penghuni surga.”

  Dan Allah telah berfirman kepada rasul-rasul-Nya tentang kisah Nabi Idris dalam firman-Nya yang bermaksud. “Dan ingatlah olehmu cerita-cerita dalam kitab Nabi Idris a.s dan seterusnya.”

Ketika Nabi Muhammad Saw. melakukan Isra Mikraj, ia berjumpa dengan Nabi Idris di langit keenam. Ketika itu Nabi Idris memberi salam kepada Nabi Muhammad Saw.

Sumber: Kisah Nabi Idris di Dzikir.org, Hadhrat Idrees, The Story of Idrees (Enoch)

Terima kasih atas kunjungannya jangan lupa ikuti terus website : kkgpaibalikpapan.com dan Channe Youtube : Pai Tv Balikpapan Official


LihatTutupKomentar